Selamat Jalan, Mas Didi Kempot

Selamat Jalan, Mas Didi Kempot
Selamat Jalan, Mas Didi Kempot

Selamat Jalan, Mas Didi Kempot

Selamat jalan, mas Didi Kempot… tepat hari ini di Solo, Selasa Legi 5 Mei 2020, telah berpulang sang maestro, The Godfather of Broken Heart, Bapak Loro Ati Nasional, Didi Kempot, dalam usia 53 tahun. Artikel ini saya tulis sebagai bentuk obituarium dan penghormatan saya kepada almarhum, juga mencoba melihat ‘sisi lain’ untuk bagaimana terus mengapresiasi karya-karya beliau paska berpulang.

Beliau memang berjuang dan mengawali kariernya dari bawah sekali, sebagai musisi jalanan. Naik turun bus, mengamen dari trotoar ke trotoar. Hingga identik dengan nama ‘Kempot’ yang diartikan sebagai ‘Kelompok Pengamen Trotoar’ dan nama itulah yang kemudian dipakai menjadi nama panggung mas Didi hingga membesarkannya.

Saya pribadi memiliki pengalaman bertemu dan berkomunikasi langsung dengan beliau saat berbarengan mengisi acara konser musik event pilkada di Kabupaten Bontang beberapa tahun silam. Sungguh pribadi yang sangat humble, penuh canda, murah senyum, dan sosok seniman yang berjiwa profesional. Kaitannya dengan pekerjaan terkini, di kurun waktu awal tahun 2020 lalu, sayapun sempat dua kali kontak ke mbak Yan (manajer) untuk mengonfirmasi jadwal dan ridersmas Didi Kempot untuk rencana pementasan konser tunggal eksklusif di kota Bandar Lampung pada bulan Agustus 2020 nanti.

Dengan harapan karya-karyanya terus diapresiasi, seperti halnya almarhum Michael Jackson ataupun Elvis Presley yang telah berpulang 43 tahun lalu, namun ‘roda ekonomi’ dan putaran kreatifitas tetap terus berjalan. Saya memiliki asa supaya pihak ahli waris atau siapapun pihak profesional yang ditunjuk; dengan adanya aset-aset beliau yang berlimpah jumlahnya ratusan lagu, berikut brand, sekaligus konten kekayaan intelektual (merek, paten, hak cipta) milik almarhum tersebut mampu dikelola secara baik. Mungkin bisa mendirikan semacam perusahaan keluarga ‘Didi Kempot Estate’ misalnya, yang bertujuan untuk mengelola marketing dan lisensi dari karya-karya almarhum. Ataupun bisa juga bekerjasama dengan satu firma yang telah mengantongi ijin resmi dan memiliki hak sepenuhnya untuk mengelola ‘aset-aset’ mas Didi Kempot, yang nantinya bisa dimanfaatkan dan dipergunakan oleh para ahli waris; keluarga, anak, cucu, hingga para sobat ambyar.

Mengutip dari artikel Lokadata, bahwa disebutkan mas Didi Kempot telah merilis sebanyak lebih dari 700 lagu. Dari sini pihak ‘Didi Kempot Estate’ nantinya bisa melakuan review kontrak, mengumpulkan katalog, ataupun melakukan pendekatan ke pihak-pihak perusahaan rekaman yang telah bekerjasama dengan almarhum, seperti: Musica, GP Records, Purnama, Maheswara, Sumbu Records, Bragiri, RPM, GNP, Triple S, Krama, Teta Record, IMC, Sandi Records, SK-PRO, Cagar Seni, Atlanta, Dian Record, Blackboard, Indomusic, Dasa Studio, Mojopahit Record, Pusaka Record, hingga label ataupun produser-produser rumahan di daerah-daerah yang pernah bekerjasama, hingga rilisan di Suriname ataupun Belanda.

Melihat kerjasama pada bulan Desember 2019 lalu dengan Shopee Indonesia dimana Didi Kempot resmi ditunjuk sebagai brand ambyarssador, ini juga merupakan salah satu strategi jitu pihak manajemen dalam mengelola ‘brand’ mas Didi Kempot. Begitupun dengan film ‘Sobat Ambyar’ yang diproduseri salah satunya oleh Ideosource Entertainment, telah selesai syuting dan mungkin akan tayang usai pandemik korona rampung semuanya.

Untuk gambaran bagaimana karya-karya Elvis Presley masih tetap bisa dinikmati hingga sekarang. Dalam artikel RollingStone awal Maret lalu, satu firma yang telah ditunjuk untuk menangani urusan lisensi dan pemasaran dari produk-produk Elvis Presley telah menyiapkan beberapa strategi ke depan, misalnya:

  • merilis filter Elvis Presley di aplikasi SnapChat
  • merilis beberapa proyek TV dan film, termasuk juga film kartun Elvis Presley
  • penjualan memorabilia/merchandise
  • pengelolaan Graceland (museum, resto, bioskop, taman hiburan, hotel)
  • konser hologram Elvis Presley
  • event perayaan ulang tahun Elvis

Oiya di hari Selasa kemarin, saya juga sempat membaca status update Facebook dari pak Herry Zudianto (mantan Walikota Yogyakarta 2001-2011). Menurut rekan beliau, Bapak Kardi, S.H., yang juga rekan mas Didi Kempot, disebutkan bahwa draft akte “Yayasan Persaudaraan Sobat Ambyar” telah siap di notaris, dan tinggal menunggu tandatangan mas Didi Kempot. Sungguh niat baik dan amal yang luar biasa dari almarhum sampai memikirkan dan bercita-cita besar untuk mendirikan satu yayasan bagi para sobat ambyar. Sosok yang sangat visioner!

Menutup tulisan ini untuk mengingat dan mengenang berpulangnya almarhum, kita bersama bisa mencatat tanggal-tanggal berikut untuk mengirimkan doa Fatihah dan Yasin kepada almarhum mas Didi Kempot:

  • peringatan 7 hari, 11 Mei 2020 (Senin Pahing)
  • peringatan 40 hari, 13 Juni 2020 (Sabtu Kliwon)
  • peringatan 100 hari, 12 Agustus 2020 (Selasa Kliwon)
  • peringatan haul pertama, 24 April 2021 (Sabtu Kliwon)
  • peringatan 1000 hari, 29 Januari 2023 (Minggu Kliwon)

Sugeng tindak mas…

 

Foto: IG Didi Kempot Official

Sumber: ANTON.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *