Hindia, Menghadirkan Isu Personal jadi Luas Lewat Musiknya!

Hindia, Menghadirkan Isu Personal jadi Luas Lewat Musiknya!

Musik disebutkan bisa menyatukan banyak perbedaan. Namun, bagaimana kalau yang terjadi justru sebaliknya. Uniknya, kehadiran musik yang dibawa Hindia atau dikenal sebagai Baskara Putra ini memunculkan pembagian kubu, yakni antara anak indie dan tidak. Para fans fanatik Hindia sering menyebutkan, siapa pun yang tidak mendengarkan musik Hindia, dianggap tak punya selera. Meskipun begitu, tetap saja ada orang yang chill dengan semua keributan ini.

Terlepas dari semua pemberitaan fans fanatik yang kelewat aneh, Hindia tetap berkarya sesuai dengan porsinya. Memanjakan telinga pendengar dengan musik dan liriknya yang khas, hingga sindiran halus terhadap isu personal. Gak heran, kalau banyak yang mendewakan Hindia.

Untuk mencari tahu lebih lanjut soal Hindia, kamu bisa membaca artikel di bawah ini!

1. Menyentuh hati pendengar lewat lirik lagunya

Tidak menekankan pada musik atau vokal yang mumpuni, Hindia strong dengan diksi dari liriknya. Mengangkat isu yang jarang terdengar, bikin musiknya berbeda.

Salah satu lagu yang membawa ketenaran Hindia, yakni Secukupnya. Liriknya mengangkat isu tentang kesehatan mental yang dialami oleh siapa pun. Namun, Hindia mengingatkan untuk selalu bersedih secukupnya, karena semua yang sirna akan berganti.

Gak hanya Secukupnya, deretan lagu pada album Menari dengan Bayangan yang dirilis tahun 2019 lalu ini juga mengangkat isu tak kalah unik. Berusaha menguatkan siapa pun yang mendengarkan musiknya, melalui Membasuh, Besok Mungkin Kita Sampai, dan Apapun yang Terjadi.

2. Pengisi soundtrack film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)

Semakin tenarnya Hindia, tak melupakan peran penting dari film NKCTHI. Salah satu lagu Hindia muncul sebagai pengisi soundtrack film bawaan Visinema tersebut, yakni Secukupnya. Banyak juga orang yang baru mengenal Hindia, setelah film karya Angga Dwi Sasongko. Bahkan, Hindia hadir menjadi cameo yang bikin dirinya makin populer.

3. Tak hanya sibuk berkecimpung dengan solo karir, tetapi juga masih aktif jadi vokalis .Feast dan CEO Sun Eater Coven

Gak hanya sibuk project Hindia, Baskara juga masih aktif menjadi vokalis sekaligus penulis lagu .Feast. Band beranggotakan lima orang ini merupakan sekelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia.

Mereka merilis lagu pertama kali dengan judul Camkan  yang  fokus pada isu kebebasan beragama di Indonesia. Sebenarnya, secara keseluruhan .Feast fokus pada berbagai isu politik dan sosial di Indonesia. Seperti lagu berjudul Berita Kehilangan, Padi Milik Rakyat, hingga Peradaban.

4. Baskara dinaungi label rekaman miliknya sendiri

Baskara pun memiliki label rekaman sendiri yang diberi nama, Sun Eater. Di bawah Sun Eater, ada .Feast, Hindia, Aldrian Risjad, hingga Agatha Pricilla. Melalui Instagram milik Sun Eater, kamu bisa menemukan banyak visualisasi menarik yang dibuat sedemikian rupa. Mulai dari soal live performance, jadwal manggung, kutipan-kutipan konyol, dan masih banyak lagi.

5. Lantas, sampai kapan kah Baskara akan mampu membawa nama Hindia dan .Feast pada saat yang bersamaan?

Pada dasarnya, Hindia dan .Feast memiliki gaya bermusik yang jauh berbeda. .Feast lebih pada rock yang cenderung sangat keras, sedangkan Hindia lebih soft. Tak hanya itu, isu yang diangkat pun sangat berbeda. Hindia lebih mengangkat isu personal, soal diri sendiri, .Feast suka membawa permasalahan sosial, politik, atau pun lingkungan menjadi tema menarik. Tak hanya soal diri sendiri, .Feast lebih menekankan cerita kommunal atau masyarakat luas.

Setelah disibukkan dengan Tur Bayangan dari kota ke kota, Baskara kembali memberikan snippet soal lagu baru .Feast berjudul Luar Jaringan.

 

Sampai kapan kah kedua alter Baskara ini akan berlangsung? Mari doakan yang terbaik saja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *