Danilla Riyadi, Musisi Indie Lama yang Hits karena Medsos

Dari hari ke hari, teknologi semakin mengalami kemajuan, sehingga berpengaruh langsung dengan kecepatan menerima informasi. Mulai dari adanya media sosial, hingga situs berita online yang serba cepat. Gak heran, banyak musisi indie yang telah lama berkiprah, tetapi baru saja mendapatkan spotlight-nya akhir-akhir ini.

Salah satu musisi indie yang menjadi hits, yaitu Danilla Riyadi. Ia telah lama berkiprah di dunia musik Indonesia. Sejak tahun 2013, dirinya telah membagikan karya musiknya yang jazzy, tetapi mudah diterima banyak orang. Dimulai dengan lagu Buaian, Danilla mulai menarik perhatian pendengarnya.

Titik balik ketenaran Danilla, yaitu saat muncul dalam salah satu episode Ngobam milik Gofar Hilman. Bercerita dengan bebas soal kisah percintaan, karir bermusik, dan isu-isu sensitif yang tak banyak dibahas di setiap interview lainnya. Sifatnya yang blak-blakan menerima respon positif dan negatif, tetapi justru membuat Danilla makin dilirik.

1. Memulai dengan jazz, tetapi pop pun gak ketinggalan menjadi genre musik Danilla

instagram.com/danillariyadi
Danilla Riyadi

Album pertama Danilla yang berjudul Telisik dirilis pada tahun 2014 lalu sangat identik dengan jazz. Mulai dari lagu Ada di Sana, Senja di Ambang Pilu, hingga Wahai Kau. Kamu bisa mendengar instrumen jazzy yang mengiringi suara khas milik Danilla.

Selanjutnya, pada tahun 2017, Danilla kembali merilis album berjudul Lintasan Waktu yang mulai terdengar sangat pop. Meskipun begitu, pop yang dibawa Danilla sangat mellow, terkesan muram dan dark. Berbeda jauh dengan album pertamanya yang sangat menyenangkan dan ngebeat, cocok untuk memulai hari.

Menyambut kerinduan para penggemarnya dengan lagu baru, Danilla merilis mini album atau extended play berjudul Fingers. Gak kalah dark dengan album sebelumnya, kamu akan langsung merasa cukup gloomy mendengarkan lagu milik Danilla. Mengangkat isu politik, existential crisis, hingga kehidupan sehari-hari.

2. Danilla kerap dipercaya mengisi soundtrack film 

instagram.com/danillariyadi
Danilla Riyadi

Kembali Pulih Lagi menjadi soundtrack utama dalam film Pretty Boys yang dikerjakan selama syuting. Hasilnya? Ternyata cukup memanjakan telinga, apalagi kalau kamu mendengarkannya, saat merasa kelelahan setelah beraktivitas sepanjang hari.

Tak hanya itu, Danilla juga mengisi soundtrack beberapa film horor, seperti The Returning (2018) dan KKN Desa Penari (2020). Untuk The Returning (2018), lagunya berjudul Kecuali Cahaya membawa kesan agak menyeramkan, pas banget dibuat secara khusus buat film horor. Sedangkan, Batas menjadi lagu pengisi KKN Desa Penari (2020), diiringi musik semi tradisional yang sesuai dengan tema film, bikin makin creepy.

3. Ikut serta dalam project Daramuda bersama Rara Sekar ex Banda Neira dan Sandrayati Fay

instagram.com/daramudaproject
Daramuda Project

Daramuda Project hadir sejak Maret 2017 bersama Danilla, Rara Sekar, dan Sandrayati Fay. Ketiganya tidak berekspektasi apa-apa, saat memulai project tersebut. Namun, mereka baru merilis lagu-lagunya secara resmi pada 2019, melalui mini album berjudul Salam Kenal. Terdiri dari tujuh lagu yang membawa genre folk dengan tema lingkungan, sosial, kehidupan sehari-hari.

4. Gak hanya aktif dalam dunia musik, Danilla juga memulai karir aktingnya pada tahun 2019

instagram.com/danillariyadi
Danilla Riyadi

Danilla mendapatkan tawaran bermain di dalam film berjudul Koboy Kampus (2019) bersama Ricky Harun, Jason Ranti, dan Bisma Karisma. Bercerita kehidupan perkuliahan Pidi Baiq di ITB, Danilla tak terlalu mendapatkan peran yang besar, tetapi cukup meninggalkan kesan.

Ternyata, ia kembali diajak bermain dalam film garapan Tompi yang berjudul Pretty Boys (2019) bersama Desta dan Vincent. Kali ini, Danilla mengambil peran utama perempuan yang banyak menampilkan bakat akting miliknya.

Kita doakan yang terbaik untuk karir Danilla ke depannya, biar bisa eksis selalu, ya!

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat