Bangga! 7 Band Indie Ini Ciptakan Lagu yang Indonesia Banget

Popularitas grup band indie di Indonesia memang gak bisa dipandang sebelah mata. Makin hari mereka bahkan semakin produktif menghasilkan karya-karya yang begitu dinikmati oleh masyarakat luas.

Sebagian musisi atau grup band indie memang dikenal dengan lagu-lagu yang memiliki lirik berbahasa Inggris. Sebut saja Reality Club, Stars and Rabbit, Kimokal, hingga Elephant Kind. Namun, nyatanya gak sedikit kok musisi indie yang membawakan lagu berbahasa Indonesia, lengkap dengan lirik yang penuh kesusastraan dan kaya akan kosa kata Bahasa Indonesia. Cek yuk siapa aja grup band tersebut!

Sore

Grup band asal Jakarta ini beranggotakan Ade Firza Paloh, Awan Garnida, Reza Dwi Putranto, dan Bemby Gusti Pramudya. Sore dibentuk pada tahun 2004 hingga saat ini, dan semua anggotanya memiliki ciri khas unik yakni bermain musik dengan tangan tangan kidal. Pasti kamu udah pernah dong dengar lagunya yang berjudul Sssst…

White Shoes and the Couples Company

Meski tak semua lagu-lagunya berbahasa Indonesia, White Shoes and the Couples Company punya musik dan lirik lagu yang unik-unik yakni bergenre pop, funk dan jazz. Konon, musik yang mereka ciptakan terinspirasi dari film Indonesia tahun 40 hingga 70an dan musik akustik 30an. Band beranggotakan Ricky Virgana, Saleh, Aprilia Apsari, Yusmario Farabi, John Navid, dan Aprimela Prawidyanti ini pertama kali mengeluarkan album pada 2005 dengan judul album yang sama dengan nama band, meski sudah terbentuk pada tahun 2002 silam.

The Trees & The Wild

Terbentuk di Bekasi tahun 2005 lalu, band yang juga dikenal dengan nama Trees & Wild ini menyuguhkan lagu-lagu dengan musik bergenre post-rock, folk, ambient, dan experimental. Trees & Wild yang beranggotakan Remedy Waloni, Andra Kurniawan, Charita Utami, Hertri Nur Pamungkas, Tyo Prasetya in ikerap menciptakan lagu-lagu dengan lirik yang kaya akan sastra yang bisa memperkaya kita dengan kosa kata bahasa Indonesia.

Bangkutaman

Gak hanya menciptakan lagu-lagu berbahasa Indonesia, band asal Yogyakarta yang beranggotakan J. Irwin, Wahyu “Acum” Nugroho, dan Dedyk Erianto ini seringkali menyelipkan isu-isu yang lekat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Dibentuk tahun 1999 oleh J. Irwin dan mantan pemain bass Bangkutaman, Bayu Prabowo, band indie satu ini masih eksis dengan musiknya yang bergenre psychedelic folk-rock.

Dialog Dini Hari

Dialog Dini Hari merupakan band indie asal Bali yang beranggotakan Dadang Pranoto, Brozio Orah dan Deny Surya. Ketiga personel yang sam-sama lahir di Denpasar ini kompak menyajikan musik beraliran folk, blues dan ballad dengan lirik yang ringan namun tetap ‘bercerita’. Terbentuk tahun 2008, band ini konsisten menciptakan lagu berbahasa Indonesia dengan lirik yang menenangkan jiwa.

Efek Rumah Kaca

Band indie asal Jakarta ini beranggotakan Adrian Yunan Faisal, Akbar Bagus Sudibyo, Cholil Mahmud, dan Poppie Airil. Aktif sejak tahun 2001, band yang mengusung genre pop dan rock alternatif ini rutin menciptakan lagu-lagu yang yang juga mengangkat isu-isu sosial yang terjadi dalam masyarakat yang tentunya dalam lirik bahasa Indonesia.

Barasuara

Beranggotakan Marco, Asteriska, Gerald, Iga, TJ, dan Puti Chitara, band yang baru dibentuk pada tahun 2012 ini mengusung konsep “menjadi sebenar-benarnya orang Indonesia” yang mana mereka tunjukkan dengan membuat lirik-lirik yang kaya akan kosa kata Bahasa Indonesia. Meski begitu, band beraliran indie rock, folk rock, pop dan blues ini mampu menciptakan komposisi lagu yang anti-mainstream dan menggebrak selera musik masyarakat.

 

Penulis: Thalita Jacinda

Foto: Marcus Neto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat