10 Band Indie Asal Bandung dari Berbagai Genre

Bandung dikenal pula sebagai kota tempat banyak karya seni kreatif tercipta. Baik itu karya visual, audio, ataupun gabungan antara keduanya. Tak terkecuali band indie asal Bandung yang berhasil memanjakan telinga para penikmat lagu tanah air.

Di kota kembang tersebut, banyak karya musik tercipta dari sekumpulan anak-anak muda kreatif. Mulai dari band beraliran pop Jepang hingga elektronik. Siapa saja band indie asal Bandung tersebut? Simak daftarnya berikut ini!

1. Ikkubaru

Ikkubaru
Ikkubaru

Band yang beranggotakan 4 orang ini sangat populer di Jepang dan berhasil menggelar beberapa kali tur di Jepang. Musik mereka dipengaruhi oleh beberapa artis pop Jepang seperti Toshiki Kadomatsu dan Tatsuro Yamashita.

Ikkubaru merilis album remix mereka secara digital melalui label indie Jepang, PlainSourRec. Album tersebut bertajuk Breeze From Dancefloor -ikkubaru remixies-.

2. Angsa dan Serigala

angsa dan serigala
Angsa dan Serigala

Grup musik ber-genre indie pop dan Indie rock ini beranggotakan 7 orang yaitu Hendra Araji (vokal), Meyga Sukmana (pianika), Danny Mokoginta (gitar), Jaka Wirawan (bass), Phopi Ratna Agustin (drum), Arditya Pratama (keyboard) dan Afifa Ayu (biola).

Album pertama mereka bertajuk Angsa & Serigala yang dirilis tahun 2011, meski sesungguhnya mereka sudah aktif sejak tahun 2008 silam. Album keduanya bertajuk Ruang Waktu yang dirilis Juni 2018 lalu.

3. Spring Summer

Spring Summer
Spring Summer

Setelah sekian lama vakum karena berbagai persoalan internal band, Spring Summer hadir kembali dengan nuansa musik campuran pop, soul, fusion, dan rock. Mereka mengemas musiknya lewat balutan musik “city-pop”, sebuah genre musik Jepang tahun 1980-an yang memadukan musik pop, soul, jazz, funk, disco, dan rock yang dikemas sedemikian rupa menjadi karakter tersendiri dan sering ditemui di budaya popular Jepang seperti anime dan film.

Terdapat Sembilan lagu dalam album terbaru bertajuk Departure yaitu “Petang”, “Come Back As Rain”, “Late Night Rider”, “Sail Away”, “In Silence”, “Concrete Flower”, “Run”, “Temaram”, dan “Coming Home”. Beberapa lagu di album ini sendiri sudah dipublikasi sebelumnya.

4. Polyester Embassy

Polyester Embassy
Polyester Embassy

Polyester Embassy adalah band eksperimental-rock-electronica-progresif asal Bandung yang memulai kancahnya tahun 2002. Beranggotakan 5 teman baik yakni Elang Eby, Sidik Kurnia (mundur pada Mei 2014), Givari MP, Ekky Dharmawan dan Ridwan Aritomo, band ini mendapatkan kritik positif oleh kritikus musik dan penggemar setelah merilis album debut mereka, Tragicomedy, pada tahun 2006 melalui Fast Forwards Records, label indie yang juga berbasis di Bandung.

Kembalinya band ini secara resmi adalah saat dirilisnya mini album Since Tomorrow oleh label Warkop Musik. Ada 4 lagu dalam mini-album Since Tomorrow ini yaitu “F#”, “Twisted Faith”, “Since Tomorrow”, dan “Tragicomedy”. Musik Polyester Embassy hadir dengan komposisi musik yang kompleks namun tetap enak didengar.

5. HMGNC (dibaca Homogenic)

HMGNC
HMGNC

Kelompok musik yang terbentuk di Bandung pada tahun 2002 oleh Dina Dellyana, Risa Saraswati (mundur pada tahun 2009), dan Grahadea Kusuf ini bergabung dengan FFWD Records lewat album perdana Epic Symphony pada tahun 2004 dengan menyuguhkan musik yang merupakan campuran trip-hop dan elektronik downbeat disertai vokal indah.

Nama ’Homogenic’ terinspirasi dari idola mereka pada masa SMA, yakni musisi ternama asal Islandia, Bjork. Pada tahun 2006, Homogenic melanjutkan eksplorasi musik dengan album kedua berjudul Echoes of the Universe, di mana suasana gelap di rilisan sebelumnya menjadi lebih cerah, menandai pengaruh musik indiepop elektronik dalam musik mereka.

6. Burgerkill

Burgerkill
Burgerkill

Band metalcore yang berasal dari kota Bandung. Nama band ini diambil dari sebuah nama restoran siap saji asal Amerika, yaitu Burger King, yang kemudian diparodikan menjadi “Burgerkill”.

Burgerkill berdiri pada Mei 1995 berawal dari Eben, Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya. Mereka berhasil merilis single pertama lewat underground phenomenon Richard Christian Franklin Muttler yang merilis kompilasi CD band-band Bandung pada awal 1997.

Tak hanya sering tampil di luar negeri, Burgerkill juga pernah menang dalam ajang Golden Gods Awards 2013 dengan kategori Metal As F*ck.

7. The S.I.G.I.T

The S.I.G.I.T
The S.I.G.I.T

The Super Insurgent Group of Intemperance Talent alias The S.I.G.I.T merupakan sebuah kuartet rock ‘n roll asal Bandung yang terbentuk pada tahun 2002. Band bergenre hard rock, garage rock, blues rock, rock psikedelis ini juga populer di luar negeri bahkan tak jarang manggung di sana.

Lagu-lagu dari band beranggotakan Rekti, Adit, Farri, dan Acil ini juga pernah dijadikan soundtrack film, dan membawa mereka memenangkan berbagai penghargaan musik.

8. Mocca

Mocca
Mocca

Alunan musik jazz dipadu twee pop, suasana 1960-an, serta suara Arina-sang vokalis rupanya membuat orang-orang jatuh cinta dengan Mocca. Bagi penikmat musik jazz, tentu sudah tak asing dengan band satu ini. Ciri khas yang berbeda dari banyak band lainnya membuat popularitas Mocca tak hanya dikenal di negeri sendiri namun juga di mancanegara. Siapa yang suka lagu-lagu Mocca nih?

9. Bottlesmoker

Bottlesmoker
Bottlesmoker

Duo yang terdiri dari Anggung Suherman dan Ryan Adzani ini menciptakan lagu-lagu dengan memodifikasi sendiri instrumen musik mereka, konsep penciptaan musik yang sering dikenal dengan istilah circuit-bending. Duet keduanya seringkali menggunakan instrumen musik mainan seperti glockenspiel, hand bell, melodika, bahkan alat/mainan apapun yang bisa menghasilkan suara seperti handphone mainan, radio, hingga Nintendo DS.

10. Hollywood Nobody

Hollywood Nobody
Hollywood Nobody

Hollywood Nobody merupakan sebuah band beraliran bossanova/jazz/indie pop jebolan dari L.A Lights Indie Fest volume 1, ajang pencarian musik bagi band-band di Indonesia, khususnya band indie. Band ini terbentuk sejak tahun 2005 dan digawangi oleh Dian Safitri Irawan, Dendy Revolusi, Iru Irawan, Luthfi “Upenk” Erizka.

Sempat vakum selama 6 tahun, akhirnya pada Desember 2018 lalu mereka merilis sebuah single terbarunya berjudul Into Hate dan She and Him menjadi pengantar perjalanan band yang sedang mempersiapkan album keduanya di tahun 2019. Kamu juga sudah bisa mendengarkannya di portal digital seperti Spotify, Apple Music, iTunes, Deezer, YouTube Music, Google Play dan lain-lain.

 

Untuk keperluan bisnis dengan band-band tersebut diatas bisa kontak ke Goromedia Entertainment di nomor telepon/WhatsApp 082280000050 atau email: info@goromedia.id.

sumber foto:  Instagram @hollynobody @bottlesmoker @moccaofficial @thesigit_/ @burgerkillofficial @hmgnc @polyester_embassy @our_springsummer @angsaserigala @ikkubaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat